LUWU TIMUR, POSJURNALIS.COM – Keberagaman Budaya Adat Istiadat dari masing masing suku yang ada di Kecamatan Wotu tampil menawan, berbusana Adat, bermotif warna warni, hiasi lapangan acara Roadshow Kebudayaan dilapangan Wotu. Sabtu (26/08/23)
Hal itu terlihat jelas atas antusias warga dari tuju belas Desa sekecamatan Wotu padati lapangan hingga keruas ruas jalan sejak siang hari hingga petang pukul. 18.00 WITA.
Bupati Luwu Timur, H. Budiman di dampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Luwu Timur Hj. Sufriaty Budiman, ucapkan terimakasih atas kekompakan masyarakat menghadirkan ciri khasnya berbusana adat dari masing – masing suku sebagai tanda kebersamaan menjunjung Kebinekaan Tunggal Ika yang berbeda beda namun tetap satu.
Budiman juga sampaikan ucapan terima kasih kepada Kemacoaan Bawa Lipu Wotu bersama para Toko toko adat atas gelar yang diberikan sebagai ‘Pua To Sangka Awana’ karna menurut Budiman bahwa gelar itu bukan sekedar simbol biasa namun harus bijak dan mampu menjaga marwahnya.
” Terima kasih atas gelar yang diberikan kepada saya sebagai ‘Pua To Sangka Awana’ karna ini tentu berat dan gelar itu bukan sembarang nama dan harus mampuh menjaga marwahnya” terang Budiman.
Sebagai harapan Bupati H. Budiman atas keberagaman Ras Agama dan Budaya yang warnai acara Roadshow Kebudayaan dari seluruh etnis suku yang ada dikecamatan Wotu, untuk saling menjaga serta melestarikan budayanya masing masing agar tetap terjaga serta menjunjung tinggi nilai nilai luhur budaya.
” Bagai mana kita merajut keberagaman ini untuk menjadi sebuah kekuatan besar yang akan membangun Luwu Timur ke depan dengan visi Luwu Timur berkelanjutan lebih maju berlandaskan agama dan budaya ” Tegas Budiman.
Turut hadir, Sekda Lutim, Kepala OPD Pemkab Lutim, Camat Wotu, unsur Tripika, Para Kepala Desa, TP PKK Kecamatan dan desa, Tokoh adat, Agama, Masyarakat, Pemuda dan perempuan, Kepala UPT dan UPTD, anggota DPRD Lutim dan peserta roadshow kebudayaan Kecamatan Wotu.
Budiman pada akhirnya menggoreskan sebuah pantun dan kata kata bijak yang menurutnya bahwa kata kata bijak itu ia peroleh dari seseorang yang juga cukup bijak dalam mengakhiri sambutannya di acara itu.
” Ke Banua Pangka kita berwisata, Bersama keluarga saling bercengkraman, Beraneka ragam budaya nusantara, Mari bersama kita menjaganya ”
” Ke pantai balo balo lewat di lera, Kita bersua bersama warga, Budaya luar datang mendera, Ke arifan lokal wajib di pelihara”
” Tetaplah menjadi orang baik, Keberadaannya selalu dicari, Kehadirannya selalu di nanti, Kepergiannya akan selalu di rindui, Kebaikannya selalu di teladani, Isyaallah kelak kematiannya ditangisi” (RS)